(yg sudah di-edit di bawah ini)
Sinopsis:
Margareth Pertucy anak X IPA2 yang ternyata bukan ditakdirkan dalam hal cinta oleh sekedar kebetulan biasa. Pertemuan antara cewe live art seperti dirinya dengan cowo misterius yang ramah tamah dan lemah lembut ternyata bukanlah mimpi yang lenyap ketika ia bangun. Pertemuan dan kisah cinta mereka telah ditakdirkan dalam mimpi mereka berdua. Maercy alias Margaret Pertucy bertemu dengan Vius alias Fransiskus Arvius waktu mereka berdua lagi mencari lab.Elektro waktu Ekskul. Vius yang ternyata memiliki begitu banyak persamaan dengan Maercy kini manjadi sahabatnya dan Sammy sahabat Vius sejak kelas 3 SMP.
Lama-lama persahabatan mereka bukan sekedar persahabatan belaka lagi. Hati mereka sedikit demi sedikit mulai melted. Maercy mulai semakin dekat dengan Vius karena sifatnya yang polos selalu membuat setiap orang yang ada di deketnya bahagia dan nyaman. Tapi lama-kelamaan Maercy curiga bahwa Vius nyembunyiin sesuatu di balik senyumannya yang selalu bikin dia melted. Ternyata Vius punya sebuah mimpi yang tidak pernah lepas dari hidupnya. Mimpi tentang seorang cewe yang dia yakini kalau cewe itu adalah jodohnya yang bakal berpisah untuk waktu yang cukup lama. Sejak Vius bersahabat dengan Maercy, mimpi itu semakin sering muncul.
Dan ternyata cewe itu adalah Maercy. Kini Maercy dan Vius berada dalam keadaan bimbang antara rasa cinta persahabatan atau jatuh cinta. Maercy cintanya bimbang di antara Adira sepupu Vius dengan Vius. Vius cintanya bimbang di antara Elda sahabat Maercy dengan Maercy. Sedangkan Sammy lebih memahami perasaan Vius dan mendukung Vius buat ngebulatin tekadnya pada Maercy.
Akhir semester 1pun berakhir. Maercy mendadak pindah ke Makasar karena keadaan ortunya sangat buruk di sana. Maercy terpaksa harus pergi ninggalin Bandung dan Vius. Di akhir cerita, Vius akhirnya ngungkapin perasaan cintanya dan mimpinya begitu juga dengan Maercy. Perpisahan mereka berdua yang seharusnya berat berubah menjadi moment berharga seumur hidup mereka berdua coz 'Now or Never'. Elda dan Adira merhatiin mereka berdua dari jauh dengan bangga dan terharu. Mereka sadar kalau cinta ngga harus memiliki. Ngeliat orang yang mereka cintai dari jauh bahagia pasti mereka juga bahagia. So, jawaban dari pertanyaan Maercy dan Vius- Am I Love Him? adalah Yes, I am.
Inspiration from: Self heart(hati sendiri)& Self imagination(imajinasi sendiri)
Lagu Jason Mraz - If It Kills Me
Design2 bajunya:
baju Maercy:

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
